Kenangan itu bersemayam di balik lipatan-lipatan waktu, yang menanti untuk dihidupkan kembali. 25 warsa telah berlalu, semenjak kami menanggalkan seragam putih-biru. Namun, semuanya seolah baru terjadi kemarin.

Sebuah anugerah pada hari yang menggembirakan, kami dipertemukan serta bisa berkumpul lagi dalam reuni perak. Senyum dan tawa-tawa itu masih serupa dulu. Ribuan memori yang lama tersembunyi, serta-merta menyeruak kembali, mengisi relung hati kami masing-masing.

Reuni alumni SMP Negeri 2 Yogyakarta angkatan 1997 lulus 2000.
hanya beberapa, tetapi hangatnya terasa sampai ke kawan-kawan lain yang tak hadir

Terlintas ulang masa-masa bersekolah. Momen belajar di kelas yang sesekali diiringi gurauan, berlarian di lapangan yang tak seberapa luas itu, berebut novel lupus atau lima sekawan di perpustakaan, mengantre di kantin demi segelas kecil air jeruk, mengobrol atau gojeg kere di selasar kelas, dan momen-momen berkesan lainnya.

Kami juga mengingat kembali para bapak dan ibu guru yang sabar sekaligus tegas, yang beberapa waktu lalu semringah karena kami kunjungi. Teringat pula kawan-kawan yang menyenangkan meskipun terkadang menyebalkan, serta pelajaran-pelajaran berharga yang baru kami sadari setelah waktu berlalu.

Semuanya kembali hidup dalam ingatan, seperti sebuah film yang diputar.

Pada perjumpaan ini, kami pun saling berbagi cerita perihal kehidupan yang dilalui tahun-tahun ke belakang, atau rencana-rencana ke depan. Tidak ada saling membandingkan, tidak ada saling menghakimi, semua yang dijalani adalah pilihan dan takdir masing-masing. Tak lupa, kami melangitkan doa untuk dua kawan yang terlebih dahulu berjalan jauh, berpulang kepada Sang Pencipta.

Di sini, dalam putaran waktu yang diam-diam bergulir, kami tertawa bersama, terharu bersama. Merayakan kembali persahabatan yang semoga terjalin akrab hingga kelak, dengan saling mendukung serta menguatkan satu sama lain.

***


Yogyakarta, 3 April 2025; Reuni Perak Alumni SMP 2 Yogyakarta Tahun 2000